Pengertian KPR Syariah dan Property Syariah

Pengertian KPR Syariah dan Property Syariah

12/06/2017 Uncategorized 0

KPR Syariah adalah Transaksi Kepemilikan Rumah yang dilakukan sesuai dengan aturan Islam (Syariah). Rumah adalah salah satu bagian dari property. Jadi KPR Syariah merupakan bagian dari Property Syariah. Jadi secara umum arti Property Syariah adalah Property yang memiliki konsep dan lingkungan yang islami serta transaksi kepemilikannya sesuai aturan islam (Syariah).

Siapa yang membutuhkan Property Syariah ?

  1. Seluruh ummat yang beragama membutuhkan perumahan dengan pembelian syariah. Agama Kristen dan Nasrani karena tercantum dalam kitab masing-masing bahwa Riba itu dilarang.

  2. Investasi aman dan nyaman untuk dunia dan akhirat serta Insya Allah menjadi jalan untuk masuk ke dalam surga.

  3. Menciptakan rumahku surgaku yang sebenarnya dan tercipta kenyamanan tinggal di dalam rumah serta perkembangan anak yang baik.

  4. Seorang dengan kemampuan membeli rumah, tetapi tidak bisa membeli kepada Bank (Blacklist Bank, Tidak Lolos BI Checking).

 

Kenapa harus Property Syariah ? 

Properti syariah merupakan properti yang menerapkan sistem KPR syariah 100% Tanpa Riba.

KPR syariah tanpa bank itu adalah KPR yang memiliki konsep umum sebagai berikut:

1.Tanpa Bank 

Developer tidak mengajak pihak bank untuk terlibat dalam akad jual beli, akad hanya antara Anda sebagai pembeli dengan developer, kelebihannya tidak akan ada BI Checking, proses cenderung lebih simpel dan mudah.

2.Tanpa Bunga 

Biasanya cicilan rumah bersifat flat setiap bulannya, tanpa ada penambahan ataupun pengurangan. Opsi harga yaitu cash atau kredit, itu pun sudah disampaikan nominalnya sebelum akad dan tidak akan berubah walaupun suku bunga naik turun, jadi pilihan harga tergantung Anda yang menentukan.

3.Tanpa Denda 

Jika Anda telat membayar ketika mencicil di dalam KPR konvensional tentu Anda akan terkena denda. Tidak dengan KPR syariah, Anda hanya akan dikenakan surat peringatan sebagai pengingat komitmen bayar hutang atau resechedule pembayaran jika dirasa Anda tidak bisa menepati cicilan di tanggal tertentu.

4.Tanpa Sita

Jika pun Anda di tengah jalan tak sanggup lunasi cicilan, padahal disisi lain Anda sudah menempati rumah beberapa lama, maka developer akan mendorong Anda untuk menjual rumahnya atau dibantu dijualkan, hasilnya sebagian untuk bayar sisa hutang ke developer sisanya Anda kantongi sendiri, untung bukan? Tidak akan disita, karena Anda sudah memiliki hak rumah 100%. Anda pun bisa menjual aset lain untuk melunasi cicilan tersebut.

5.Tanpa Akad Bermasalah

Akad antara pembeli dan developer adalah akad jual beli istishna (pesan bangun, bersifat indent) jika  unit rumah belum tersedia. Bisa juga dengan akad jual beli kredit jika unit rumah sudah tersedia.

Bila di Bank konvensional maupun Bank Syariah akad nya pinjam. Dan haram bila di tambahkan Margin / keuntungan buat Bank karena itu termasuk Riba.

6.Tanpa Asuransi

Secara Syariat banyak asuransi dikategorikan haram, dimana kebanyakan dari asuransi banyak unsur-unsur seperti : Judi, Riba, Ghoror (tidak Jelas).

Unsur Judi : Yang baru masuk bila ada masalah dapet claim langsung walau baru 1 kali bayar premi. Dan yang di Claim lebih besar darr preminya berarti Riba. Termasuk Ghoror (tidak jelas kapan), kita tidak tau pasti kpn kita terkena musibah dan kita dapet uang claim nya, sedangkan preminya harus terus dibayar.

7.Tanpa BI CHECKING

Saling percaya saat wawancara dengan calon pembeli. Harus jujur. In syaa Allah karena kita mengusung syariah, calon pembeli banyak yang jujur. Namun kita tetap meminta rekening koran 3 bulan terakhir (pegawai) dan SLIP GAJI. Rekening koran 6 bulan terakhir (pengusaha) dan laporan keuangan.

8.Tanpa USIR

Walau ada buyer yang KPRny nunggak 3 bulan, kita tidak akan hadirkan debt collector, tapi kita cari solusi musyawarah. Bila tidak ketemu, diperkenankan buyer menjual rumahnya yang jadi obyek jual beli. Bila tidak bisa jual, maka kita bantu carikan pembeli sampai rumah terjual. Selama rumah blm terjual, tidak dikenakan denda atau sanksi apapun.

9.Tanpa USIR dan SITA untuk yang Meninggal

Bila pembeli KPR tulang punggungnya meninggal, maka prosesnya sama, tanpa sita dan usir. Akan ada 2 skema:

  1. Ahli waris berkewajiban melunasi hutangnya ke developer (karena hutang sifatnya diwariskan sama halnya dgn harta)

  2. Apabila ahli waris tidak sanggup maka akan dicari mufakat baru, misal rumahnya dijual kembali, sisa utangnya utk developer dan sisa jual belinya untuk ahli waris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *