Sahabat Rasulullah Kaya Raya lewat Properti

Sahabat Rasulullah Kaya Raya lewat Properti

12/06/2017 Uncategorized 0

kenapa sih memilih bisnis property syariah?

Kalau ditanya tentang kenapa syariahnya, sederhana, karena saya muslim. Seorang muslim yang taqwa ya harus mengikuti aturan yang sudah di tetapkan Allah dan teladan Rasulullah. Itulah iman.

Kalau ditanya tentang kenapa properti?

  • Karena banyak taladan dari sahabat yang kaya raya lewat properti.

  • Karena Allah tidak ciptakan bumi yang kedua, sehingga harganya makin mahal

  • Karena harga properti naik terus dan tidak fluktuatif

  • Karena properti adalah investasi terbaik dan teraman

  • Karena properti memiliki dua keuntungan : Capital gain dan cash flow

  • Karena bumi ini harus diwarisi oleh kaum yang taat kepada Allah saja.

Bisnis berbasis properti syariah adalah bisnis yang aman dan nyaman insya Allah. Jika tidak berbasis syariah, properti sangat rentan sekali terjerat dengan RIBA dan Akad Bathil. Ini yang menjadikan bisnis kita ga berkah.

Pesan saya kepada Anda semua umat muslim di seluruh Indonesia. Jika Anda ingin berbisnis, maka  arahkan  bisnis  itu  pada  penguasaan  properti  secara  syar’i.  Jika  Anda  bekerja,  maka sisihkan gaji Anda untuk invest di properti syariah.

Jangan lagi tergiur dengan DP ringan, namun dibelakang jadi beban.

Jangan lagi mau dibohongi pake Kredit proses KPR cepat namun sesat.

Jangan lagi mau diiming2i undian mobil mewah, tapi ga berkah.

Karena hampir semua tawaran-tawaran itu adalah jeratan-jeratan RIBA.

Salah satu alasan kuat saya memperjuangan properti syariah ini, tidak lain tidak bukan saya  menteladani para Sahabat Rasulullah SAW.  Pada  tau  ga ternyata  Para  Sahabat  juga  mewariskan  property  yang  sangat  dahsyat jumlahnya?

kali ini saya paparkan sedikit dari banyaknya bukti kekayaan Sahabat Umar bin Khattab ra:

  • Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160juta (total Rp 11,2 Triliun)

  • Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun atau 233 Miliar/bulan.

  • Simpanan = hutang dalam bentuk cash

  • Bahkan Umar  ra  selalu  menganjurkan  kepada  para  pejabatnya  untuk  tidak  menghabiskan gajinya untuk konsumsi. Melainkan disisakan untuk membeli properti. Agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan. (Fikih Ekonomi Umar ra, penerbit Khalifa, hal. 47 & 99, konversi pada saat harga dinar Rp 1,2 juta)

Sekarang, siapapun mampu membeli properti dengan modal yang minim, bahkan tanpa modal sama sekali (bila paham ilmunya).

Yang jelas jangan masuk jeratan KPR RIBA lagi loh ya. paham kan mengapa??

Semoga bermanfaat.

-Richo Dianto-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *